Megatsunami 200 Meter di Greenland: Peringatan Keras Dampak Perubahan Iklim
Courtesy of CNBCIndonesia

Megatsunami 200 Meter di Greenland: Peringatan Keras Dampak Perubahan Iklim

Memberikan pemahaman mengenai kejadian megatsunami di Greenland yang terkait dengan perubahan iklim dan mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah bencana alam yang lebih besar di masa depan.

29 Jan 2026, 18.20 WIB
262 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kejadian megatsunami di Greenland menunjukkan dampak serius dari perubahan iklim.
  • Penelitian interdisipliner diperlukan untuk memahami dan memecahkan masalah lingkungan yang kompleks.
  • Urgensi menjaga lingkungan dan mengatasi pemanasan global menjadi semakin penting untuk mencegah bencana di masa depan.
Greenland, Greenland - Pada tahun 2023, sebuah mega tsunami dengan ketinggian sekitar 200 meter terjadi di Greenland dan baru terdeteksi oleh para ilmuwan setahun setelah bencana tersebut berlangsung. Kejadian ini memicu rasa heran karena ukurannya yang sangat besar dan dampaknya yang masif terhadap lingkungan sekitar.
Para peneliti menemukan bahwa peristiwa tersebut terjadi karena longsoran besar yang melibatkan sekitar 25 juta meter kubik batu dan es yang terjatuh dari tebing setinggi 600 sampai 900 meter di wilayah Fjord Greenland. Longsor ini memicu gelombang tsunami yang sangat besar dan merusak.
Melalui citra satelit, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi setidaknya empat longsor tambahan yang terjadi di lokasi yang sama, menunjukkan betapa rentannya daerah ini terhadap bencana alam jenis seperti ini. Kerjasama internasional dan pendekatan interdisipliner sangat membantu dalam mengungkap misteri kejadian ini.
Para ahli juga mengaitkan kejadian ini dengan perubahan iklim yang menyebabkan suhu ekstrem antara musim panas dan musim dingin, serta pencairan lapisan es yang membuat lereng sulit menopang bebatuan dan es, sehingga memicu longsor besar pada musim semi.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi umat manusia untuk lebih serius menjaga lingkungan dan mengatasi pemanasan global agar bencana alam yang lebih besar dan berdampak luas tidak terjadi di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260129161237-37-706458/megatsunami-setinggi-200-meter-hantam-greenland-kiamat-kain-nyata

Analisis Ahli

Kristian Svennevig
"Megatsunami ini merupakan fenomena kompleks yang hanya dapat dipahami dengan pendekatan interdisipliner; fenomena ini juga menunjukkan hubungan erat antara perubahan iklim dan kejadian geologi ekstrim."

Analisis Kami

"Peristiwa megatsunami di Greenland ini merupakan gambaran nyata dampak langsung dari perubahan iklim terhadap stabilitas geologi di kawasan es, yang selama ini kurang mendapat perhatian serius. Keterlambatan deteksi peristiwa ini menegaskan perlunya peningkatan teknologi pemantauan dan pendekatan ilmiah interdisipliner agar bencana serupa dapat diantisipasi lebih awal."

Prediksi Kami

Jika perubahan iklim tidak segera diatasi, frekuensi dan skala bencana alam seperti longsor besar dan megatsunami akan meningkat secara signifikan, mengancam kehidupan manusia dan ekosistem di berbagai wilayah.