
Courtesy of CNBCIndonesia
Uber Kembali Beraksi di Asia dengan Layanan Robotaxi Masa Depan
Menyampaikan bahwa Uber sedang berencana memperluas bisnisnya di Asia terutama melalui layanan robotaxi dan menjelaskan potensi serta tantangan pengembangan kendaraan otonom di pasar transportasi online.
05 Feb 2026, 13.45 WIB
8 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Uber kembali berinvestasi di pasar Asia dengan fokus pada pengembangan robotaxi.
- Terdapat tantangan regulasi yang harus dihadapi dalam implementasi robotaxi di berbagai negara.
- Meskipun ada tekanan finansial, Uber melihat robotaxi sebagai peluang untuk memperluas pasar mobilitas.
Makau, China - Uber dulu pernah beroperasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tapi pada 2018 mereka menjual bisnis mereka ke Grab dan fokus ke pasar utama seperti Amerika dan Eropa. Sekarang, Uber mulai kembali ke Asia dengan membuka layanan di Makau dan berencana memperluas layanan robotaxi tanpa sopir.
Robotaxi adalah kendaraan yang bisa beroperasi tanpa pengemudi manusia, dan saat ini banyak perusahaan teknologi besar di AS dan China berlomba-lomba mengembangkan teknologi ini. Uber ikut bergabung dengan menguji robotaxi mereka, yang sudah tersedia di 15 kota dunia, dan berencana memasuki pasar Asia, dimulai dari Hong Kong.
Namun, kendaraan otonom menghadapi tantangan regulasi yang masih berbeda di tiap negara. Indonesia sendiri belum menetapkan aturan terkait kendaraan tanpa sopir ini. Uber pun memastikan akan berinvestasi besar untuk mempercepat penyebaran robotaxi dengan kerja sama berbagai mitra dan sumber pembiayaan.
Meskipun laba Uber turun karena biaya yang tinggi dan pajak yang naik, jumlah perjalanan menggunakan platform Uber justru meningkat hingga 22% karena banyak konsumen mencari transportasi yang lebih murah. Uber percaya robotaxi tidak menggantikan layanan konvensional tapi menambah pasokan dan menurunkan harga.
Kerjasama dengan startup kendaraan otonom Waabi dan investasi besar dari Uber menunjukkan keseriusan mereka mengembangkan layanan ini. Di masa depan, robotaxi bisa menjadi bagian penting dari transportasi online, meskipun masih ada diskusi dan tantangan yang harus dihadapi untuk implementasi luas.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260205121955-37-708427/raja-ojol-makin-ganas-kiamat-driver-online-mendekat-ke-indonesia
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260205121955-37-708427/raja-ojol-makin-ganas-kiamat-driver-online-mendekat-ke-indonesia
Analisis Ahli
Dara Khosrowshahi
"Platform Uber yang sudah besar dan multi-produk memiliki keunggulan untuk mendukung pertumbuhan robotaxi secara ekonomis dan operasional."
William Blair
"Meskipun ada perdebatan seputar kendaraan otonom, Uber tetap mampu beroperasi di pasar yang berkembang dan memberikan dampak positif pada bisnis inti dan arus kas."
Analisis Kami
"Kembalinya Uber ke Asia dengan fokus pada robotaxi menandakan pergeseran besar dalam industri transportasi online yang makin mengarah ke otomasi. Namun, tanpa adanya regulasi yang jelas di setiap negara, termasuk Indonesia, adopsi teknologi ini masih akan berjalan lambat dan penuh risiko hukum."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, bisnis robotaxi akan semakin berkembang dan menjadi bagian signifikan dari layanan transportasi online, namun penetrasinya di Indonesia masih akan tertunda menunggu regulasi yang jelas.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi dengan bisnis Uber di Asia Tenggara pada tahun 2018?A
Uber menjual seluruh bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab pada tahun 2018.Q
Apa inovasi terbaru yang diperkenalkan oleh Uber dalam beberapa tahun terakhir?A
Uber memperkenalkan layanan robotaxi dan menggandeng mitra di sektor taksi otomatis tanpa sopir.Q
Di mana Uber berencana untuk menambah layanan robotaxi?A
Uber berencana untuk menambah layanan robotaxi di Hong Kong, Madrid, Houston, dan Zurich.Q
Apa dampak potensial dari robotaxi terhadap pekerjaan sopir online?A
Robotaxi dapat mengurangi kebutuhan akan sopir manusia, sehingga berdampak pada pekerjaan sopir online.Q
Siapa CEO Uber yang mengungkapkan komitmen untuk investasi di robotaxi?A
CEO Uber yang mengungkapkan komitmen tersebut adalah Dara Khosrowshahi.



