
Pada World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, Indonesia menjadi fokus utama dalam pembahasan tentang teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan keterampilan di tanah air. Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, menekankan bahwa potensi pasar Indonesia yang besar dan kemajuan digitalisasi membuat negara ini diminati oleh banyak investor internasional.
Grab Indonesia sudah rutin mengikuti perhelatan WEF dan kali ini membawa perwakilan UMKM Indonesia, yakni Coffeenatics, sebuah merchant kopi dari Medan yang sudah memiliki kualitas internasional dan bahkan telah melakukan ekspor. Hal ini menunjukkan kemampuan produk lokal Indonesia yang mampu bersaing dan diapresiasi di pasar global.
Neneng Goenadi juga aktif dalam panel diskusi di Pavilion Indonesia untuk membahas bagaimana Grab membantu digitalisasi para mitra merchant dan driver agar mereka semakin melek digital. Dengan digitalisasi, masyarakat tidak hanya memudahkan pekerjaan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan.
Perusahaan ini telah memberikan dampak positif kepada jutaan masyarakat Indonesia dengan memberikan peluang penghasilan sekaligus membantu mereka yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan. Grab bahkan menyiapkan dana hingga Rp 100 miliar untuk meningkatkan kualitas mitra mereka melalui tiga tahap pengembangan, termasuk pemberian jaminan sosial, makna sosial di momen penting seperti Ramadan, dan pengembangan kemampuan lebih lanjut seperti beasiswa dan peluang membuka bisnis.
Grab Indonesia optimis bahwa perjalanan digitalisasi di Indonesia masih panjang namun peluangnya besar. Melalui kolaborasi di WEF dan adopsi AI, mereka ingin mendorong transformasi digital yang inklusif sehingga dapat meningkatkan daya saing nasional dan kesejahteraan masyarakat luas.