
OpenAI meluncurkan ChatGPT Health yang memungkinkan pengguna mengakses dan memahami data kesehatan mereka lewat satu platform yang menggabungkan berbagai sumber data seperti Apple Health dan b.well. Ini memudahkan pasien mengelola kesehatan mereka secara personal tanpa perlu perubahan di sistem EMR rumah sakit yang rumit.
Meskipun memiliki banyak manfaat bagi pasien, ChatGPT Health bukanlah solusi klinis yang memenuhi standar HIPAA, sehingga dokter sulit mengintegrasikan rekomendasi AI ini ke perawatan medis resmi. Dengan demikian, ada jarak besar antara data yang diketahui pasien dan yang bisa dipercaya oleh tenaga kesehatan.
Masalah utama yang menghambat integrasi AI di kesehatan adalah fragmentasi dan ketidaksesuaian EMR, perbedaan standar data, dan regulasi ketat yang harus diikuti institusi kesehatan. Kesulitan ini menyebabkan sistem kesehatan masih tergantung pada teknologi lama yang sulit dikoneksikan dengan AI modern.
Persaingan dalam bidang AI kesehatan sangat ketat dengan pemain besar seperti Microsoft, Google, Amazon, dan Anthropic yang juga mengembangkan solusi untuk menyatukan data pasien dan sistem klinis. OpenAI sendiri menawarkan solusi ganda, yakni alat konsumen dan produk enterprise yang patuh regulasi untuk rumah sakit.
Masa depan AI di sektor kesehatan menuntut terobosan dalam standar interoperabilitas, keamanan data, dan kepercayaan klinis. Jika berhasil, AI bisa menjadi jembatan yang menghubungkan data pasien dengan pelayanan medis yang lebih personal dan efektif, mewujudkan janji perawatan kesehatan yang benar-benar terintegrasi.