
Amerika Serikat menghadapi masalah kesehatan yang besar karena pola makan yang tidak sehat, di mana sebagian besar pengeluaran kesehatan digunakan untuk mengobati penyakit kronis yang terkait dengan makanan. Selain itu, sebagian besar penduduk mengalami masalah kelebihan berat badan dan risiko diabetes yang tinggi, yang menunjukkan bahwa masalah pangan bukan hanya soal nutrisi tapi juga kesehatan masyarakat.
Sistem pangan global dan domestik memerlukan energi dalam jumlah besar untuk berbagai tahap produksi makanan, termasuk pertanian, pemrosesan, penyimpanan, dan distribusi. Sayangnya, sistem pangan ini juga menjadi kontributor utama emisi gas rumah kaca, terutama melalui peternakan dan deforestasi yang berdampak buruk bagi lingkungan dan iklim global.
Solusi di sektor pertanian fokus pada pengurangan penggunaan energi fosil melalui penerapan energi terbarukan seperti biogas, biomethane, dan panel surya yang bisa berfungsi bersama tanaman. Selain itu, inovasi lain seperti pertanian presisi dan protein alternatif juga meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan dari produksi pangan.
Kesehatan tanah menjadi sangat penting sebagai kunci keberhasilan sistem pangan yang berkelanjutan. Penggunaan pupuk rendah karbon dan praktik pertanian yang menyehatkan tanah, seperti penggunaan biochar dan daur ulang nutrisi, mampu meningkatkan produksi sekaligus menyimpan karbon jangka panjang di dalam tanah.
Investasi di sektor agri-food semakin selektif dengan fokus pada teknologi yang memberikan dampak sistemik dan berkelanjutan. Penting adanya kemitraan jangka panjang dan pembiayaan sabar yang mengakui bahwa pertanian adalah proses dengan siklus biologis yang panjang dan modal yang perlu bertumbuh seiring waktu demi keberlanjutan pangan, energi, dan iklim dunia.