Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Transformasi Digital Indonesia: Menavigasi Pertumbuhan Ekonomi dan Tantangan Keamanan Siber

Share

Inisiatif di Indonesia menunjukkan upaya mengintegrasikan ekspansi ekonomi digital dengan peningkatan keamanan siber, mulai dari reformasi registrasi identitas, pencegahan penipuan, hingga penguatan infrastruktur digital, demi menciptakan ekosistem yang aman dan berkelanjutan.

01 Feb 2026, 21.55 WIB

Kolaborasi Tech Data dan Sangfor Percepat Transformasi Digital Indonesia

Kolaborasi Tech Data dan Sangfor Percepat Transformasi Digital Indonesia
Dua perusahaan teknologi besar, Tech Data Indonesia dan PT Sangfor Technologies Indonesia, bekerja sama untuk menyediakan solusi perangkat lunak perusahaan yang lebih luas di Indonesia. Tujuannya adalah mendukung percepatan transformasi digital yang dibutuhkan banyak organisasi di era ekonomi digital saat ini. Tech Data Indonesia, yang merupakan anak perusahaan distributor solusi TI global TD Synnex, menyediakan akses teknologi kelas enterprise dan mendukung dengan program pelatihan yang komprehensif. Sementara Sangfor Technologies menonjolkan solusi cloud dan keamanan siber yang telah teruji pasar. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem mitra bisnis dan memastikan solusi TI yang aman, terukur, dan dapat diandalkan. Hal ini penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan di Indonesia yang terus berubah seiring perkembangan teknologi digital. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia juga telah berkomitmen untuk mempercepat program transformasi digital nasional pada tahun 2026. Fokus utama kementerian adalah pada tiga pilar utama yakni konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan keamanan data. Harapannya, kerja sama antara perusahaan swasta dan dukungan pemerintah ini akan mendorong inovasi digital secara lebih cepat dan meningkatkan daya saing bisnis melalui penggunaan teknologi cloud yang aman dan scalable di seluruh Indonesia.
30 Jan 2026, 14.20 WIB

Karyawan Meta Diduga Bisa Intip Chat WhatsApp Meskipun Dikatakan Terenkripsi

Karyawan Meta Diduga Bisa Intip Chat WhatsApp Meskipun Dikatakan Terenkripsi
Meta Platforms tengah diselidiki oleh penegak hukum Amerika Serikat terkait tuduhan bahwa karyawan mereka dapat mengakses isi chat WhatsApp pengguna, yang selama ini dianggap bersifat privat dan terenkripsi. Tuduhan ini muncul dari mantan kontraktor yang bekerja untuk Meta. WhatsApp, milik Meta, selama ini dipasarkan sebagai aplikasi pesan singkat yang menggunakan enkripsi ujung-ke-ujung, yang diklaim membuat isi pesan tidak bisa diakses oleh siapa pun, bahkan perusahaan itu sendiri. Namun, klaim ini kini dipertanyakan karena adanya pengakuan akses oleh karyawan. Laporan dari Bloomberg News mengungkap isi wawancara dengan agen penegak hukum dan mantan kontraktor Meta yang menyebut bahwa mereka dan beberapa karyawan perusahaan memiliki akses tanpa batas ke chat WhatsApp pengguna. Meta membantah tuduhan tersebut dan juru bicaranya menyatakan bahwa skenario tersebut tidak mungkin terjadi karena sistem enkripsi yang kuat di WhatsApp. Namun, moderator konten yang bekerja melalui Accenture mengaku memiliki akses ke data yang seharusnya privat. Kasus ini menimbulkan risiko besar bagi reputasi Meta dan bisa memicu regulasi lebih ketat terkait privasi digital. Penyelidikan yang berlangsung ini akan menentukan bagaimana perlindungan data pengguna dijaga oleh perusahaan besar di masa depan.
29 Jan 2026, 16.58 WIB

IndiHome Gamer Hadirkan Paket Internet Simetris untuk Pengalaman Gaming Optimal

IndiHome Gamer Hadirkan Paket Internet Simetris untuk Pengalaman Gaming Optimal
Telkomsel melalui layanan IndiHome meluncurkan varian baru paket IndiHome Gamer yang dirancang khusus untuk mendukung komunitas gamer di Indonesia. Paket ini menawarkan internet rumah dengan kecepatan upload dan download yang sama alias full symmetrical 1:1 speed sehingga para gamer bisa menikmati koneksi yang lebih stabil dan responsif saat bermain game online. Paket IndiHome Gamer hadir dalam variasi kecepatan mulai dari 50 Mbps hingga 200 Mbps dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp290.000 hingga Rp600.000. Dengan skema ini, pengguna dapat memilih sesuai kebutuhan dan anggaran mereka guna mendapatkan pengalaman bermain game yang maksimal tanpa gangguan koneksi. Keistimewaan lain yang ditawarkan adalah kolaborasi dengan Nuon Digital Indonesia, sebuah platform gaming publisher, yang menyediakan berbagai benefit khusus untuk pelanggan IndiHome Gamer. Benefit ini termasuk akses ke beragam judul game populer seperti Free Fire, Call of Duty, Mobile Legends, dan lainnya, yang terus di-update secara berkala. Telkomsel juga memberikan apresiasi khusus berupa hadiah gamepad senilai Rp300.000 untuk pelanggan baru IndiHome Gamer, guna memberikan pengalaman bermain yang lebih imersif sejak awal berlangganan. Hal ini memperlihatkan komitmen Telkomsel untuk menghadirkan layanan yang lengkap dan memenuhi kebutuhan gamer. Dengan kolaborasi strategis ini, IndiHome Gamer tidak hanya menawarkan kecepatan internet yang optimal tetapi juga membangun ekosistem game yang solid. Harapannya, langkah ini dapat mendorong pertumbuhan komunitas game dan industri game nasional agar semakin kompetitif di tingkat global.
29 Jan 2026, 16.05 WIB

Pemerintah Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas lewat Program GovTech AI

Pemerintah Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas lewat Program GovTech AI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan untuk membahas perkembangan ekonomi dan program pemerintah terkait teknologi pemerintahan atau GovTech. Program ini menjadi fokus karena dianggap bisa memberikan kemajuan signifikan dalam pelayanan publik dan pengelolaan data. GovTech dirancang untuk memperbaiki sistem pemerintahan dari sisi akuntabilitas dan transparansi, terutama dalam sektor logistik dimana data menjadi sangat krusial. Dengan teknologi ini, pengelolaan data ekspor dan impor juga bisa lebih rapi dan lebih mudah dibandingkan metode manual saat ini. Indonesia juga sudah memiliki ASEAN Single Window yang bisa digunakan sebagai dasar untuk menyelaraskan data dengan negara anggota ASEAN lainnya, sehingga dapat memperlancar kerja sama internasional dan meningkatkan percepatan proses administrasi lintas negara. Luhut menjelaskan bahwa GovTech akan menggunakan kecerdasan buatan agar dapat membaca, mengolah, dan menyatukan data dari berbagai layanan pemerintahan, termasuk sistem Online Single Submission yang memudahkan perizinan usaha. Dengan AI, analisis aturan yang biasanya sangat rumit menjadi jauh lebih cepat. Selain itu, program ini juga akan terintegrasi dengan Mal Pelayanan Publik Digital Nasional untuk sektor kesehatan, terutama dalam mengurus perizinan tenaga medis. Targetnya seluruh integrasi ini bisa berjalan maksimal dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, sehingga memberikan layanan yang lebih baik pada masyarakat.
28 Jan 2026, 16.35 WIB

Mulai 2026, Dokumen Kependudukan Hanya Bisa Dipindai Pakai Aplikasi Resmi

Mulai 2026, Dokumen Kependudukan Hanya Bisa Dipindai Pakai Aplikasi Resmi
Mulai 1 Januari 2026, aturan pemindaian QR Code pada dokumen kependudukan di Indonesia akan berubah. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) menetapkan bahwa QR Code pada dokumen seperti Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran tidak lagi bisa dipindai dengan aplikasi umum seperti Google Lens. Sebagai gantinya, masyarakat harus menggunakan aplikasi resmi bernama Identitas Kependudukan Digital (IKD). Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan keakuratan data pada dokumen kependudukan. Aplikasi IKD dapat diunduh dengan mudah di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Masyarakat diharapkan agar segera menyesuaikan diri dengan teknologi ini agar proses verifikasi dokumen menjadi lebih aman dan terintegrasi. Untuk dokumen kependudukan yang diterbitkan sebelum tanggal 1 Januari 2026, masyarakat tidak perlu memperbarui atau mengganti dokumen tersebut selama data yang tertera masih valid, tidak rusak, dan tidak hilang. Hal ini mengurangi beban administrasi yang tidak perlu bagi masyarakat, selama dokumen tersebut masih dalam kondisi baik. Namun, jika dokumen kependudukan masih menggunakan tanda tangan manual atau basah, dan pemilik dokumen ingin beralih ke tanda tangan elektronik, mereka bisa mengajukan permohonan penerbitan ulang dokumen ke Dinas Dukcapil Kabupaten atau Kota. Proses ini mendukung digitalisasi kependudukan yang lebih baik sekaligus memberikan kemudahan dalam pengelolaan dokumen resmi. Dengan aturan baru ini, pemerintah berusaha menjaga keamanan data warga negara dan menghadirkan teknologi yang ramah pengguna. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan aplikasi IKD secara optimal agar proses administrasi kependudukan menjadi lebih cepat dan terjamin keasliannya di masa depan.

Baca Juga

  • Alibaba Mempercepat Inovasi AI dengan Qwen dan Kemajuan Chip

  • Penguatan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritis

  • Penyusunan Ulang Rantai Pasokan Teknologi Global di Tengah Ketegangan Geopolitik

  • Generator Dunia AI Google Mengguncang Industri Video Game

  • Munculnya Ekosistem Robotik: Platform Terbuka Memacu Integrasi AI Praktis