
Asteroid bernama 2024 YR4, sebesar gedung 15 lantai, ditemukan pada akhir tahun 2024 dan menjadi perhatian karena potensi tabrakannya kepada Bumi saat mendekati pada tahun 2032. Namun, perhitungan lebih cermat menunjukkan asteroid tidak akan menabrak Bumi, melainkan memiliki kemungkinan kecil mengenai Bulan sebesar 4,3%.
Jika asteroid tersebut menabrak Bulan, tabrakan itu akan menjadi yang terbesar yang tercatat dalam sejarah modern. Energi yang dilepaskan sama dengan ledakan 6,5 juta ton TNT, sehingga menciptakan kilatan cahaya yang sangat terang yang bisa dilihat dari Bumi selama beberapa menit.
Para ilmuwan melakukan simulasi ribuan lintasan asteroid untuk memprediksi lokasi dan waktu tabrakan dengan Bulan. Lokasi yang paling mungkin adalah sekitar 3.000 kilometer di utara kawah Tycho di Bulan. Saat dampak terjadi pada pukul 10:19 pagi EST, orang-orang di Asia Timur, Oseania, Hawaii, dan Amerika Utara bagian barat memiliki peluang untuk melihat kilatan ini.
Walaupun 70% permukaan Bulan akan terang saat kejadian, ada kemungkinan kecil sekitar 2,85% agar tumbukan terjadi di bagian gelap Bulan sehingga kilatan cahaya bisa dilihat oleh mata telanjang. Selain kilatan utama, ribuan kilatan kecil dari batuan yang terbawa puing dan jatuh kembali ke permukaan Bulan juga diperkirakan terjadi.
Puing-puing yang terdorong keluar Bulan diperkirakan mencapai 100 juta kilogram dan dapat memasuki atmosfer Bumi hingga 100 hari setelah dampak, memicu hujan meteor super yang menjadi tontonan langit besar dan kesempatan unik untuk penelitian dan observasi astronomi.