Fokus
Sains

Kendala Teknis dan Ketegangan Kompetitif dalam Misi Lunar

Share

Cerita ini mengulas serangkaian kendala teknis yang menghambat misi Artemis II NASA, sambil menyoroti persaingan global—terutama dengan China—dalam upaya eksplorasi bulan. Penyelesaian isu ini dapat mempercepat inovasi dan meningkatkan keamanan dalam penerbangan luar angkasa.

03 Feb 2026, 23.02 WIB

Peluncuran Artemis II Mundur Karena Kebocoran Hidrogen pada Roket NASA

Peluncuran Artemis II Mundur Karena Kebocoran Hidrogen pada Roket NASA
NASA menunda peluncuran Artemis II, misi yang berencana mengirim empat astronot mengelilingi bulan, setelah ditemukan kebocoran bahan bakar hidrogen saat simulasi peluncuran roket Space Launch System (SLS). Masalah ini menyebabkan peluncuran yang semula dijadwalkan bulan Februari harus ditunda hingga Maret atau April 2024. Simulasi peluncuran yang disebut wet dress rehearsal bertujuan untuk memastikan kesiapan semua sistem roket sebelum peluncuran resmi dilakukan. Kebocoran bahan bakar yang terjadi pada Artemis II sangat mirip dengan masalah yang dialami roket yang sama pada misi Artemis I di tahun 2022. Proses pengisian bahan bakar roket yang melibatkan liquid hydrogen dan liquid oxygen sangat sensitif, dan suhu dingin ekstrim selama beberapa hari terakhir juga memperumit proses tersebut. Akibatnya, terjadi beberapa gangguan teknis, termasuk komunikasi yang tidak stabil serta perlunya memperbaiki beberapa komponen roket dan kapsul. Misi Artemis II adalah langkah penting dalam Program Artemis NASA untuk mengembalikan manusia ke bulan setelah lebih dari 50 tahun. Jika berhasil, misi ini akan menguji berbagai sistem penting di luar angkasa, termasuk membawa kembali data penting untuk persiapan misi Artemis III yang ditargetkan membawa manusia mendarat kembali di permukaan bulan pada tahun 2028. Artemis II juga menandai misi dimana NASA akan mengirimkan wanita pertama dan pria kulit hitam pertama ke bulan. Empat astronot yang akan terbang dalam misi ini, termasuk tiga dari NASA dan satu dari Canadian Space Agency, telah menjalani masa karantina sejak akhir Januari untuk memastikan kondisi kesehatan mereka optimal menjelang peluncuran. Namun karena penundaan ini, mereka saat ini telah keluar dari karantina sementara dan akan kembali menjalani protokol tersebut beberapa minggu sebelum jadwal peluncuran berikutnya. NASA menegaskan bahwa keselamatan seluruh kru adalah prioritas utama. NASA akan mengadakan konferensi pers pada tanggal 3 Februari untuk memberikan detail temuan dari simulasi peluncuran ini. Masyarakat dan penggemar luar angkasa dapat mengikuti berita langsung melalui saluran YouTube resmi NASA yang juga menyiarkan kondisi terkini Artemis II di landasan peluncuran di Kennedy Space Center. NASA berkomitmen untuk hanya meluncurkan misi ini saat semua sistem dan kru benar-benar siap.
02 Feb 2026, 20.13 WIB

NASA Tunda Simulasi Peluncuran Artemis II Karena Cuaca Dingin Ekstrem

NASA Tunda Simulasi Peluncuran Artemis II Karena Cuaca Dingin Ekstrem
NASA sedang mempersiapkan peluncuran Artemis II, misi berawak ke bulan pertama dalam lebih dari 50 tahun, namun simulasi peluncuran yang dijadwalkan pada akhir Januari harus ditunda akibat cuaca dingin ekstrem di Florida. Cuaca bersuhu sangat rendah memberikan tantangan pada proses pengujian dan kesiapan perangkat keras roket di Kennedy Space Center. Penundaan ini menyebabkan tanggal peluncuran awal yang direncanakan mundur beberapa hari, dengan jendela peluncuran terbaru mulai 8 Februari. NASA harus memastikan bahwa semua sistem telah melalui pengujian menyeluruh dalam kondisi terbaik agar peluncuran dan misi berjalan tanpa masalah. Misi Artemis II akan membawa tiga astronot NASA dan satu astronot Kanada dalam perjalanan sekitar bulan dengan pesawat Orion selama 10 hari. Ini adalah misi penting untuk menguji sistem bagi misi Artemis III yang direncanakan mendaratkan manusia di bulan pada 2028. Selama penundaan, teknisi NASA fokus menjaga Orion dalam kondisi operasional termasuk penggunaan pemanas dan perbaikan masalah kebocoran oksigen di perangkat pendukungnya. Kru juga menjalani masa karantina untuk memastikan kesehatan mereka sebelum penerbangan. Program Artemis bertujuan untuk membangun kehadiran manusia berkelanjutan di bulan sebagai langkah awal menuju eksplorasi Mars. NASA bersiap menghadapi tantangan teknis dan lingkungan dengan harapan misi ini membuka era baru dalam penjelajahan luar angkasa.