
Courtesy of NatureMagazine
Apakah Perempuan Lebih Hati-Hati dalam Penelitian dan Menghindari Risiko?
Artikel ini bertujuan untuk memahami apakah perempuan dalam dunia penelitian lebih berhati-hati dan lebih cenderung menghindari risiko yang mengakibatkan karya ilmiah mereka diretrak, yang relevan untuk membersihkan dan meningkatkan kualitas sains.
19 Nov 2025, 07.00 WIB
244 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perempuan memiliki representasi yang lebih rendah dalam penarikan artikel dibandingkan dengan laki-laki.
- Perempuan mungkin lebih berhati-hati dan kurang terpapar pada tanggung jawab yang berisiko di akademik.
- Data penarikan dapat menjadi alat yang berguna untuk memahami dinamika gender dalam penelitian.
Oslo, Norwegia - Penelitian ini mempelajari perbedaan antara penulis pria dan wanita dalam konteks artikel yang diretrak dari jurnal ilmiah. Ditemukan bahwa nama perempuan jarang muncul sebagai penulis utama atau terakhir pada makalah yang mengalami rektraksi dibandingkan dengan proporsi mereka pada semua artikel.
Hasil tersebut mengundang pertanyaan tentang apakah perempuan secara alami lebih berhati-hati dalam penelitiannya atau cenderung menghindari risiko yang dapat mengakibatkan karya mereka ditarik dari publikasi.
Namun, interpretasi hasil tersebut tidak sederhana karena alat pendeteksi gender yang digunakan memiliki keterbatasan, terutama dalam mengenali nama non-Barat dan identitas non-biner. Meski demikian, pengecekan manual memberikan hasil valid sesuai prediksi awal.
Ada dugaan bahwa ketidakseimbangan ini disebabkan oleh perempuan yang masih kurang terwakili dalam posisi senior dan pimpin proyek penelitian besar, sehingga mereka tidak terlalu sering menghadapi risiko yang terkait dengan rektraksi.
Baca juga: Peringkat Nasional India Beri Penalti bagi Universitas dengan Banyak Artikel Ditolak karena Curang
Studi ini menarik perhatian pada perlunya mendalami diskusi tentang peran gender, tanggung jawab, dan kerentanan terhadap kesalahan dalam dunia akademik agar sains bisa menjadi lebih bersih dan bertanggung jawab.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-03796-w
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-03796-w
Analisis Ahli
Curt Rice
"Studi ini kreatif dan kuat, memberikan wawasan penting tentang negosiasi hak kepengarangan dan tingkat pengawasan terhadap penelitian yang memiliki risiko rektraksi."
Analisis Kami
"Fenomena ini menunjukkan bahwa struktur akademik masih mengandung bias gender yang memengaruhi distribusi risiko dan tanggung jawab. Perlu ada upaya lebih untuk mendukung perempuan dalam mengakses posisi kepemimpinan agar lebih banyak terlibat secara langsung pada riset besar dan bertanggung jawab penuh."
Prediksi Kami
Kedepannya, semakin banyak studi yang mengeksplorasi perbedaan gender dalam tanggung jawab akademik dan risiko kesalahan penelitian, yang bisa mendorong perubahan kebijakan untuk dukungan kesetaraan dan akuntabilitas dalam dunia sains.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi fokus utama penelitian ini?A
Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi apakah perempuan lebih berhati-hati dalam penelitian dibandingkan laki-laki.Q
Siapa yang melakukan penelitian ini?A
Penelitian ini dilakukan oleh Sebo dan melibatkan analisis data dari PLoS ONE.Q
Apa perbedaan persentase penulis perempuan antara artikel yang ditarik dan artikel lainnya?A
Dalam artikel yang ditarik, perempuan hanya terwakili di 16,5% posisi penulis pertama dan 12,7% posisi penulis terakhir, dibandingkan dengan 41-45% dan 26-33% dalam artikel lainnya.Q
Mengapa perempuan mungkin kurang terwakili dalam posisi senior di akademik?A
Perempuan mungkin kurang terwakili dalam posisi senior karena mereka memimpin lebih sedikit proyek dan kurang terpapar pada tanggung jawab yang berisiko tinggi.Q
Apa kesimpulan dari penelitian ini terkait perempuan dan risiko dalam penelitian?A
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan mungkin lebih berhati-hati dalam penelitian mereka, berhubungan dengan kurangnya keterwakilan mereka dalam posisi yang lebih tinggi.



