
Courtesy of CNBCIndonesia
Sumba, Dunia Hilang dengan Fosil Hewan Langka dan Misteri Evolusi
Mengungkap dan memberikan pengetahuan tentang keberadaan hewan-hewan langka dan punah di Pulau Sumba yang dapat membuka wawasan baru soal evolusi serta sejarah alam di kepulauan Wallacea.
21 Des 2025, 08.00 WIB
230 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Sumba menyimpan misteri fosil hewan punah yang penting untuk studi evolusi.
- Alfred Russel Wallace memberikan kontribusi besar dalam memahami penyebaran spesies di Indonesia.
- Penelitian lebih lanjut di Sumba dapat memberikan wawasan baru tentang biodiversitas dan sejarah kehidupan di wilayah Wallacea.
Sumba, Indonesia - Pulau Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur ternyata menyimpan rahasia besar dari dunia masa lalu yang kini disebut sebagai 'dunia hilang'. Di pulau ini, para ilmuwan menemukan fosil berbagai hewan unik seperti gajah mini, tikus, kadal raksasa, dan komodo yang hidup sekitar 12.000 tahun yang lalu. Penemuan ini menunjukkan bahwa Sumba memiliki ekosistem yang kaya dan berbeda saat itu.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Zoological Society of London selama kurun waktu 2011 hingga 2014 sebagai bagian dari eksplorasi kepulauan Wallacea, wilayah yang unik secara biologis karena isolasi geografisnya. Fosil hewan di Sumba memberikan bukti bahwa banyak jenis fauna yang telah punah atau sangat langka sekarang ini, memperlihatkan perubahan besar yang terjadi dalam sejarah alam di kawasan tersebut.
Wallacea sendiri adalah batas biologis yang diciptakan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 berdasarkan persebaran spesies di Indonesia. Pulau Sumba termasuk dalam wilayah ini bersama dengan beberapa pulau lain seperti Sulawesi, Lombok, dan Flores. Penemuan fosil Homo Floresiensis di Flores pada tahun 2004 juga menambah ketertarikan terhadap kawasan ini sebagai tempat asal-usul spesies manusia dan hewan yang unik.
Sayangnya, penelitian tentang Sumba masih kurang karena banyak pulau di Indonesia yang belum banyak diselidiki. Para ilmuwan berharap studi lebih lanjut bisa dilakukan agar kita bisa lebih memahami bagaimana fauna di daerah tersebut berevolusi dan bagaimana peradaban manusia modern mungkin berkontribusi pada kepunahan beberapa spesies di masa lalu.
Penemuan ini membuka wawasan baru tidak hanya untuk para ilmuwan tapi juga masyarakat umum mengenai kekayaan sejarah alam Indonesia yang masih tersembunyi. Sumba, dengan segala misterinya, kini menjadi salah satu destinasi wisata menarik sekaligus lokasi penting untuk penelitian ilmiah yang bisa mengungkap sejarah dunia yang hilang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251221005725-37-695998/geger-dunia-hilang-ditemukan-di-wilayah-ri-ilmuwan-tunjuk-lokasinya
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251221005725-37-695998/geger-dunia-hilang-ditemukan-di-wilayah-ri-ilmuwan-tunjuk-lokasinya
Analisis Ahli
Samuel Turvey
"Sumba adalah kunci penting untuk mengungkap sejarah evolusi fauna di Wallacea dan dampak kedatangan manusia modern terhadap punahnya spesies."
Analisis Kami
"Penemuan fosil di Sumba membuka peluang besar bagi ilmu paleontologi dan biologi untuk mengeksplorasi biodiversitas yang sempat hilang di Indonesia bagian timur. Namun, keterbatasan riset selama ini menunjukkan kurangnya perhatian yang serius terhadap pulau-pulau kecil yang justru menyimpan sejarah alam yang sangat penting."
Prediksi Kami
Penelitian lanjutan di Pulau Sumba akan semakin banyak dilakukan dan berpotensi mengungkap lebih banyak spesies punah serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang evolusi fauna di kawasan Wallacea.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan 'dunia hilang' di Sumba?A
Dunia hilang di Sumba merujuk pada fakta bahwa pulau ini menyimpan fosil hewan yang telah punah dan memberikan wawasan tentang kehidupan prasejarah.Q
Hewan apa saja yang ditemukan dalam fosil di Sumba?A
Fosil yang ditemukan di Sumba antara lain gajah mini, spesies tikus, kadal raksasa, dan komodo.Q
Siapa Alfred Russel Wallace dan apa kontribusinya?A
Alfred Russel Wallace adalah ilmuwan yang menciptakan konsep wilayah 'Wallacea', yang mencakup Sumba dan pulau-pulau di sekitarnya, serta berkontribusi pada teori evolusi.Q
Apa tujuan ekspedisi yang dilakukan oleh Zoological Society of London?A
Tujuan ekspedisi oleh Zoological Society of London adalah untuk mengumpulkan fosil hewan dan meneliti evolusi spesies di Sumba.Q
Mengapa penelitian tentang Sumba masih jarang dilakukan?A
Penelitian tentang Sumba masih jarang dilakukan mungkin karena banyaknya pulau di Indonesia yang perlu diteliti.


