
Courtesy of CNBCIndonesia
Suhu Bumi Melonjak 1,75°C, Dunia Hadapi Krisis Iklim Serius
Menginformasikan bahwa suhu Bumi telah melampaui ambang 1,5 derajat Celcius pada Januari 2025 dan mendesak tindakan cepat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna menghindari dampak bencana yang semakin parah.
23 Des 2025, 19.20 WIB
107 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Suhu Bumi telah mencapai 1,75 derajat Celcius, melampaui batas aman pemanasan global.
- IPCC menekankan perlunya kemauan politik yang kuat untuk mengatasi perubahan iklim.
- Dampak pemanasan global sudah dirasakan melalui cuaca ekstrem dan ancaman terhadap kehidupan di Bumi.
Jakarta, Indonesia - Pada Januari 2025, suhu rata-rata Bumi telah naik ke tingkat berbahaya, mencapai 1,75 derajat Celcius di atas rata-rata sebelum era industri. Ini menandai bahwa pemanasan global telah melampaui batas aman 1,5 derajat Celcius yang selama ini diperingatkan para ilmuwan di seluruh dunia.
Laporan resmi dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus dan organisasi internasional seperti IPCC serta WMO menegaskan bahwa kenaikan suhu ini telah menyebabkan berbagai dampak negatif, termasuk cuaca ekstrem yang makin sering terjadi dan kerusakan besar pada ekosistem di berbagai wilayah.
Para pemimpin dunia, terutama negara-negara kaya, didesak untuk mempercepat target pengurangan emisi karbon mereka dari tahun 2050 menjadi 2040 agar bisa memitigasi bencana iklim yang semakin memburuk. Tanpa aksi cepat, kita akan menghadapi bencana besar yang tidak bisa diperbaiki.
Suhu dan kelembaban ekstrem dimasa depan akan mengancam kehidupan manusia khususnya di wilayah rawan seperti Asia Tenggara, Brasil bagian tertentu, dan Afrika barat. Hal ini juga mencakup risiko kepunahan spesies, gagal panen, dan kerusakan lingkungan yang serius.
Data juga menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi regional, tren pemanasan global merupakan masalah global dengan tahun 2024 menjadi tahun terhangat yang pernah tercatat. Jika tren ini tidak segera dihentikan, dampaknya akan terasa semakin parah bagi kehidupan manusia dan planet Bumi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251223155128-37-696731/tanda-kiamat-makin-dekat-waktu-penghuni-bumi-tinggal-10-tahun
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251223155128-37-696731/tanda-kiamat-makin-dekat-waktu-penghuni-bumi-tinggal-10-tahun
Analisis Ahli
Lee Hoesung
"Satu-satunya yang kurang adalah kemauan politik yang kuat untuk mengatasi perubahan iklim."
Friederike Otto
"Tahun paling hangat saat ini akan menjadi tahun terdingin dalam satu generasi ke depan."
Antonio Gueterres
"Negara kaya harus mempercepat target karbon netral agar dapat menjinakkan bom iklim."
Analisis Kami
"Perubahan iklim kini bukan lagi prediksi, tetapi fakta yang sangat nyata dan sudah berdampak pada kehidupan sehari-hari. Tanpa kemauan politik yang kuat dan tindakan global terpadu, kita akan menghadapi krisis lingkungan yang semakin sulit untuk diatasi dalam waktu dekat."
Prediksi Kami
Jika laju pemanasan terus berlanjut tanpa adanya pengurangan emisi yang signifikan, banyak wilayah di dunia, terutama Asia Tenggara, akan mengalami suhu panas dan kelembaban ekstrem yang mengancam kehidupan manusia dan ekosistem pada tahun 2100.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi pada suhu Bumi di Januari 2025?A
Suhu Bumi sudah menembus 1,75 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.Q
Mengapa 1,5 derajat Celcius dianggap batas bencana pemanasan global?A
Karena dampak dari pemanasan global pada titik itu sudah tidak bisa diperbaiki.Q
Apa yang diharapkan dari negara-negara kaya terkait emisi karbon?A
Mereka diminta untuk mempercepat target karbon netral dari 2050 menjadi 2040.Q
Siapa yang merupakan ketua IPCC yang mengomentari kurangnya kemauan politik?A
Ketua IPCC adalah Lee Hoesung.Q
Apa dampak dari terlampauinya batas 1,5 derajat Celcius?A
Dampaknya termasuk peningkatan laju kepunahan spesies dan kematian koral.




