
Courtesy of CNBCIndonesia
Bahaya Deepfake: Pastor Palsu Minta Uang Jemaat dengan Video AI
Memberikan peringatan kepada jemaat dan masyarakat bahwa video-video pastor yang tersebar mungkin palsu akibat teknologi Deepfake sehingga melindungi mereka dari penipuan yang memanfaatkan kepercayaan dan iman.
08 Jan 2026, 14.45 WIB
81 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Teknologi Deepfake dapat disalahgunakan untuk menipu jemaat gereja.
- Pentingnya mengenali tanda-tanda video palsu agar tidak tertipu.
- Peringatan dari pemimpin gereja dan Vatikan tentang risiko yang ditimbulkan oleh teknologi baru.
Amerika Serikat - Gereja-gereja di Amerika Serikat kini menghadapi ancaman baru berupa penipuan menggunakan teknologi Deepfake. Deepfake adalah teknologi video yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menciptakan video palsu yang sangat mirip dengan aslinya, sehingga sulit dibedakan. Para penipu menggunakan teknologi ini untuk menampilkan video pastor palsu yang meminta uang dari jemaat mereka.
Modus ini menargetkan jemaat yang sudah mengenal dan mempercayai pastor mereka, sehingga mudah terjerat dalam penipuan. Pastor terkenal seperti Mike Schmitz yang memiliki lebih dari satu juta pengikut di YouTube juga menjadi korban, dan sempat memperingatkan pengikutnya akan adanya video palsu yang menggunakan wajahnya.
Video-video Deepfake ini dibuat sedemikian rupa sehingga tampak alami, memperlihatkan aktivitas pastor yang biasa dilakukan, sehingga membuat beberapa jemaat, terutama yang lebih tua, sulit mengenalinya sebagai palsu. Penipu tidak bertujuan merusak iman tapi meminta sumbangan untuk 'berkat' atau tujuan khusus.
Berbagai gereja dari Alabama hingga Florida sudah mengeluarkan peringatan kepada jemaat agar waspada terhadap video-video semacam ini. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan di komunitas gereja karena jemaat harus membedakan apakah mereka berhadapan dengan pastor asli atau penipu digital.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260108133332-37-700683/viral-pastor-palsu-kuras-uang-jemaat-gereja-ini-modusnya
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260108133332-37-700683/viral-pastor-palsu-kuras-uang-jemaat-gereja-ini-modusnya
Analisis Ahli
Dr. Emily Chen (ahli teknologi AI)
"Penyalahgunaan Deepfake dalam konteks sosial seperti ini menuntut regulasi yang cepat dan peningkatan kesadaran masyarakat agar teknologi canggih tidak menjadi alat merugikan secara massal."
Analisis Kami
"Penggunaan teknologi Deepfake dalam konteks keagamaan menunjukkan betapa rentannya komunitas yang bersandar pada kepercayaan dan otoritas figur spiritual terhadap penipuan digital. Tanpa edukasi dan kesiapan teknologi yang memadai, ancaman ini bisa melemahkan kepercayaan yang menjadi fondasi utama komunitas tersebut."
Prediksi Kami
Kejadian penipuan dengan teknologi Deepfake di gereja akan terus meningkat, memaksa pihak berwenang dan komunitas keagamaan untuk mengembangkan metode deteksi dan edukasi yang lebih efektif guna melindungi jemaat dan mencegah kerugian berlanjut.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa modus penipuan yang baru muncul di gereja-gereja di Amerika Serikat?A
Modus penipuan yang baru muncul adalah dengan menggunakan teknologi video Deepfake untuk menampilkan pastor palsu yang meminta uang dari jemaat.Q
Siapa yang menjadi sasaran utama dari penipuan ini?A
Pastor dengan banyak pengikut, seperti pastor Katolik Mike Schmitz, menjadi sasaran utama.Q
Apa tujuan dari para penipu yang menggunakan teknologi Deepfake?A
Tujuan dari para penipu adalah untuk meminta sumbangan untuk 'berkat' atau tujuan khusus dengan memanfaatkan wajah pastor yang dikenal.Q
Bagaimana komunitas gereja merespons penipuan ini?A
Komunitas gereja merespons dengan mengeluarkan peringatan publik agar jemaat mengetahui bahwa video-video tersebut adalah penipuan.Q
Apa yang dikatakan Paus Leo XIV tentang teknologi AI?A
Paus Leo XIV menyatakan bahwa teknologi AI dapat mengancam martabat manusia dan keadilan, serta menekankan bahaya penyalahgunaan perangkat lunak.




