
Courtesy of CNBCIndonesia
Khaby Lame Jual Perusahaan Senilai Rp 15 Triliun, Influencer Masa Depan dengan AI
Menjelaskan bagaimana Khaby Lame merevolusi model bisnis influencer melalui penjualan perusahaannya dan pemanfaatan teknologi AI untuk memaksimalkan potensi merek personal secara global dan berkelanjutan.
03 Feb 2026, 17.25 WIB
261 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Khaby Lame berhasil menjual perusahaannya dengan nilai transaksi yang sangat besar.
- Rich Sparkle Holdings akan mengelola dan mengembangkan merek Khaby Lame selama tiga tahun ke depan.
- Teknologi Digital Twin menjadi bagian penting dari strategi monetisasi baru untuk influencer.
Jakarta, Indonesia - Khaby Lame, kreator TikTok yang sangat terkenal di dunia, baru-baru ini menjual perusahaan utama yang mengelola bisnisnya. Nilai transaksi ini mencapai sekitar 900 hingga 975 juta US Dollar, atau setara dengan Rp 15 triliun. Meskipun demikian, Khaby tidak melepas seluruh kendali bisnisnya, karena dia masih menjadi pemegang saham utama di perusahaan pembeli.
Perusahaan yang membeli adalah Rich Sparkle Holdings, sebuah perusahaan yang terdaftar di bursa saham Amerika Serikat dan memiliki operasi yang terhubung dengan Hong Kong dan China daratan. Kesepakatan ini telah ditutup awal bulan ini dan akan diselesaikan pada akhir Januari. Langkah ini mencerminkan perubahan besar dalam model bisnis influencer.
Biasanya, influencer sering kali hanya mengandalkan iklan dan sponsor untuk mendapatkan penghasilan, yang sifatnya jangka pendek. Namun, Khaby Lame memilih membangun mereknya sebagai sebuah ekosistem bisnis jangka panjang yang lebih terintegrasi dan stabil. Rich Sparkle mendapat hak eksklusif selama tiga tahun untuk mengelola dan mengembangkan merek Khaby melalui model e-commerce yang terintegrasi.
Yang menarik, kesepakatan ini juga mencakup penggunaan teknologi AI yang disebut 'Digital Twin', yang memungkinkan replika digital Khaby tampil dalam iklan dan siaran langsung tanpa kehadiran fisiknya. Teknologi ini memungkinkan citra Khaby beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam, di berbagai negara dan bahasa sekaligus.
Para pakar menilai bahwa langkah ini menandai masa depan industri kreator, dimana influencer tidak lagi sebatas figur publik, tapi menjadi entitas bisnis global yang memadukan teknologi, kepemilikan saham, dan strategi komersial jangka panjang. Ini membuka babak baru dalam monetisasi dan pertumbuhan bisnis di era digital.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260203171908-37-707869/raja-tiktok-jual-kerajaan-bisnis-harganya-bikin-ngiler
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260203171908-37-707869/raja-tiktok-jual-kerajaan-bisnis-harganya-bikin-ngiler
Analisis Ahli
Dr. Agus Wijaya (Ahli Ekonomi Digital)
"Langkah ini mencerminkan evolusi penting dalam industri kreator yang mengadopsi teknologi dan model bisnis profesional untuk skala global, membuka peluang baru dalam monetisasi yang berkelanjutan."
Prof. Siti Nurhaliza (Profesor Manajemen dan Strategi Bisnis)
"Mengintegrasikan AI dengan kepemilikan saham menunjukkan bahwa kreator bertransformasi menjadi perusahaan rintisan (startup) yang matang dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang."
Analisis Kami
"Penjualan ini menunjukkan bahwa influencer besar kini sudah mengadopsi strategi bisnis korporasi yang lebih maju, berfokus pada kepemilikan dan teknologi agar tetap relevan dan kompetitif di pasar global. Teknologi Digital Twin adalah inovasi yang sangat menjanjikan untuk memperluas jangkauan dan efisiensi branding tanpa batasan kehadiran fisik."
Prediksi Kami
Model bisnis influencer yang menggabungkan teknologi AI dan kepemilikan saham sebagai ekosistem bisnis jangka panjang akan semakin populer dan menjadi tren utama di industri kreator global di masa depan.





