TikTok Bantah Tokopedia Akan Tutup, Janji Terus Operasi dan Kembangkan Indonesia
Courtesy of CNBCIndonesia

TikTok Bantah Tokopedia Akan Tutup, Janji Terus Operasi dan Kembangkan Indonesia

Mengklarifikasi rumor penutupan Tokopedia dan menegaskan kelanjutan operasional Tokopedia di Indonesia, serta menggambarkan dampak akuisisi dan restrukturisasi yang terjadi di perusahaan tersebut.

04 Feb 2026, 19.47 WIB
43 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Rumor tentang penutupan Tokopedia tidak benar dan perusahaan akan terus beroperasi.
  • PHK yang terjadi di Tokopedia menunjukkan dampak dari akuisisi oleh ByteDance.
  • TikTok memberikan insentif khusus kepada pedagang China, yang tidak diberikan kepada pedagang lokal.
Jakarta, Indonesia - TikTok membantah kabar yang beredar bahwa Tokopedia akan ditutup dan semua pelayanannya akan dialihkan ke TikTok Shop. Pernyataan resmi dari TikTok ini diterbitkan untuk meredam kekhawatiran para pengguna dan karyawan Tokopedia di Indonesia.
Tokopedia dikonfirmasi akan tetap beroperasi secara penuh dan akan terus fokus memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna dan pembeli demi mendukung pertumbuhan jangka panjang platform e-commerce ini di Indonesia.
Pada Januari 2024, GoTo menjual 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok. Sejak saat itu, terjadi pengurangan tenaga kerja besar-besaran di Tokopedia selama 2025, dengan total sekitar 420 karyawan terkena PHK dari berbagai divisi.
Kabar mengenai pemberian subsidi iklan khusus bagi pedagang asal China yang berjualan di TikTok Shop juga muncul, sementara insentif serupa tidak diberikan untuk pedagang lokal, menimbulkan perdebatan tentang kesetaraan kesempatan bagi penjual Indonesia.
Data dari Sensor Tower menunjukkan Tokopedia adalah aplikasi ritel dengan jumlah unduhan ketiga terbesar di Indonesia, sementara TikTok, sebagai aplikasi media sosial, memiliki jumlah unduhan terbanyak dan nilai transaksi tertinggi di negara tersebut.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204194548-37-708283/tiktok-bantah-rumor-tokopedia-tutup-di-indonesia-ini-keterangannya

Analisis Ahli

Andi Sukma, Analis Pasar E-Commerce Indonesia
"Akuisisi oleh ByteDance memang memicu perubahan besar pada struktur Tokopedia, namun klaim kelanjutan operasi Tokopedia sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan pengguna. Penyesuaian internal seperti PHK dan fokus pengalaman pengguna adalah langkah yang diperlukan untuk mempertahankan posisi Tokopedia di pasar yang amat kompetitif."

Analisis Kami

"Restrukturisasi dan PHK besar-besaran menunjukkan tekanan finansial dan strategi efisiensi dari ByteDance setelah akuisisi, yang bisa mengganggu kestabilan kerja perusahaan dalam jangka pendek. Namun, investasi lanjutan di Tokopedia menandakan bahwa ByteDance masih melihat potensi besar dalam pasar e-commerce Indonesia yang kompetitif."

Prediksi Kami

Tokopedia akan tetap beroperasi sebagai platform e-commerce besar di Indonesia, namun tekanan untuk berintegrasi dengan TikTok Shop berpotensi meningkat, yang bisa berdampak pada struktur organisasi dan daya saing Tokopedia di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dikatakan TikTok mengenai rumor penutupan Tokopedia?
A
TikTok membantah rumor bahwa Tokopedia akan tutup dan menegaskan bahwa Tokopedia akan terus beroperasi penuh.
Q
Siapa yang menjadi CEO Tokopedia sebelum Melissa Siska Juminto?
A
Sebelum Melissa Siska Juminto, William Tanuwijaya adalah pendiri dan CEO Tokopedia.
Q
Berapa banyak karyawan yang terdampak PHK di Tokopedia?
A
Sekitar 420 karyawan di Tokopedia terdampak PHK per Agustus 2025.
Q
Apa yang terjadi pada saham Tokopedia di Januari 2024?
A
Pada Januari 2024, GoTo menjual 75 persen saham Tokopedia ke ByteDance.
Q
Apa insentif yang diberikan TikTok kepada pedagang di TikTok Shop?
A
TikTok memberikan insentif subsidi iklan hingga 30 persen untuk pedagang China, tetapi tidak untuk pedagang Indonesia.