Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Transformasi Digital yang Mengubah Ekosistem Layanan Makanan

Share

Cerita ini mengulas langkah transformasi digital di sektor layanan makanan, dengan fokus pada inovasi pemesanan restoran, pengelolaan inventaris, serta sistem loyalitas pelanggan yang didorong oleh akuisisi dan pendanaan startup, yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan.

21 Jan 2026, 01.00 WIB

Another: Solusi Teknologi Baru Mengelola Produk Retail Tak Terjual Lebih Efisien

Another: Solusi Teknologi Baru Mengelola Produk Retail Tak Terjual Lebih Efisien
Corina Marshall melihat bahwa teknologi di dunia retail khususnya yang mengelola produk kelebihan stok belum berkembang dengan baik. Banyak produk yang tersebar di berbagai gudang dan informasi tentang nilai serta waktu terbaik menjualnya tidak tersedia secara cepat dan akurat. Hal ini membuat merek dan pengecer seperti Nordstrom Rack sering kali kehilangan uang ketika menjual produk-produk ini dengan diskon. Untuk mengatasi masalah ini, pada tahun 2024 Corina meluncurkan Another, sebuah sistem perangkat lunak yang membantu perusahaan mengelola produk tidak terjual atau kelebihan stok dengan lebih baik. Another dapat terhubung dengan sistem yang sudah ada di perusahaan, seperti sistem pengelolaan pengembalian barang, sehingga data dan alur kerja dapat disatukan dalam satu platform. Dengan adanya sistem ini, tim di berbagai bagian perusahaan dapat mengakses data yang sama secara real-time. Hal ini memudahkan mereka untuk membuat keputusan kapan, di mana, dan bagaimana produk harus dipindahkan agar nilainya tetap maksimum. Ini penting karena pasar sekunder biasanya sangat dinamis dan harganya berubah dengan cepat sesuai permintaan. Another baru saja mengumumkan pendanaan tahap awal sebesar 2,5 juta dolar AS dari investor seperti Anthemis FIL dan Westbound. Dana ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan menambah tenaga kerja. Marshall berharap teknologi ini dapat membantu perusahaan menghindari penjualan produk dengan diskon besar kepada reseller grosir, yang bisa merugikan merek. Marshall juga menekankan bahwa selain meningkatkan keuntungan, teknologi ini juga diharapkan dapat mengurangi limbah, karena produk yang tidak terjual dan biasanya dibuang dapat diperdagangkan dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Konsumen pun mendapatkan akses ke harga lebih murah dan lebih banyak pilihan, menjadikan solusi ini menguntungkan semua pihak.
20 Jan 2026, 23.22 WIB

Grubhub Akuisisi Claim untuk Tingkatkan Rewards dan Promosi Restoran Lokal

Grubhub Akuisisi Claim untuk Tingkatkan Rewards dan Promosi Restoran Lokal
Grubhub yang merupakan perusahaan induk Wonder baru-baru ini mengumumkan akuisisi terhadap Claim, sebuah aplikasi hadiah yang menawarkan cashback bagi pengguna yang makan di restoran lokal atau melakukan pemesanan untuk diambil. Claim didirikan pada tahun 2021 dan telah mengembangkan sistem yang memungkinkan restoran menawarkan promosi khusus untuk menarik lebih banyak pengunjung serta memantau performa melalui dashboardnya. Meskipun nilai transaksi tidak diungkap secara resmi, Claim sebelumnya telah mengumpulkan total pendanaan sebesar 20 juta dolar AS, termasuk putaran pendanaan Seri A sebesar 12 juta dolar AS pada Oktober 2024 dengan estimasi valuasi sekitar 62 juta dolar AS menurut Pitchbook. Penggabungan ini diharapkan akan memperluas akses restoran di platform Grubhub terhadap alat pemasaran yang lebih efektif. Grubhub mengklaim akuisisi ini memberi keuntungan ganda: restauran dapat menurunkan biaya akuisisi pelanggan dan meningkatkan kunjungan ulang melalui promosi VIP dan cashback yang dipersonalisasi. Sementara para pengguna Grubhub akan mendapatkan kesempatan berhemat lebih banyak saat menikmati makanan favorit mereka di restoran yang menjadi mitra Claim. CEO Claim, Sam Obletz, mengekspresikan optimisme bahwa teknologi rewards yang dilengkapi dengan model pembelajaran mesin akan membawa perubahan besar dalam menghubungkan restoran dengan pelanggan baru. Sedangkan CEO Grubhub, Howard Migdal, menambahkan bahwa penggabungan ini akan meperkuat layanan mereka dan bisa menjangkau lebih dari 415 ribu merchant serta hampir 20 juta pengguna secara nasional. Saat ini, Claim sudah tersedia bagi merchant dan pelanggan Grubhub di New York City, dengan rencana peluncuran secara nasional nanti tahun ini. Meski akan diintegrasikan, aplikasi dan situs web Claim masih akan dipertahankan sementara waktu, dengan rencana membuat pengalaman yang lebih sederhana dan menyenangkan di masa depan terkait penggunaan dan sistem pembayaran rewards.
20 Jan 2026, 23.00 WIB

Eat App Perkuat Bisnis di India Lewat Pendanaan, Akuisisi, dan Kemitraan

Eat App Perkuat Bisnis di India Lewat Pendanaan, Akuisisi, dan Kemitraan
Eat App, startup pemesanan restoran yang berbasis di Dubai, terus berkembang dengan menjadikan India sebagai pusat utama bisnisnya. Startup ini berhasil mengumpulkan 10 juta dolar AS dalam pendanaan seri B extension, meningkatkan total pengumpulan dana menjadi lebih dari 23 juta dolar AS. Investasi ini dipimpin oleh PSG Equity melalui Zenchef SAS, menandakan kepercayaan tinggi terhadap potensi pasar India yang besar. Untuk memperkuat penetrasinya di pasar India, Eat App mengakuisisi ReserveGo, sebuah startup lokal yang sudah melayani lebih dari 1.000 restoran. Akuisisi ini bertujuan untuk menggabungkan teknologi dan jaringan yang telah ada dan memberikan solusi reservasi restoran yang terintegrasi. Selain itu, Eat App menjalin kemitraan dengan Swiggy untuk menawarkan GroMax, sebuah produk yang tidak hanya mengelola reservasi tetapi juga membantu restoran melakukan promosi di platform media sosial dan layanan pemesanan makanan. India memiliki pasar restoran dan layanan makanan yang sangat besar dan masih terus tumbuh, dengan nilai industri yang diperkirakan mencapai lebih dari 85 miliar dolar AS pada tahun 2028. Namun, banyak restoran masih mengelola reservasi dari berbagai aplikasi secara terpisah, yang menyebabkan tantangan dalam pengelolaan kapasitas dan data pelanggan. Melalui teknologi Eat App, diharapkan restoran bisa menyatukan data reservasi mereka, memberikan pelayanan lebih baik, dan berkembang secara bisnis. Meski memiliki potensi besar, Eat App menghadapi persaingan yang cukup ketat dari pemain internasional seperti Seven Rooms, TableCheck, OpenTable dan juga pemain lokal seperti PetPooja dan Posist. Selain itu, beberapa restoran di India masih mengandalkan sistem walk-in tanpa menggunakan perangkat lunak agregasi, sehingga membuat tugas Eat App lebih menantang untuk membuktikan nilai tambah produk mereka bagi segmen tersebut. Pemimpin Eat App dan mitranya seperti Swiggy meyakini bahwa inovasi teknologi berbasis AI dan sistem manajemen reservasi dapat membawa perubahan positif besar bagi industri restoran di India. Dengan pengalaman mereka di pasar Dubai dan pasar global lain sebelumnya, mereka berharap untuk memberikan dampak serupa di India, membantu restoran meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.
20 Jan 2026, 23.00 WIB

Eat App Perkuat Ekspansi di India dengan Pendanaan, Akuisisi, dan Kemitraan Swiggy

Eat App Perkuat Ekspansi di India dengan Pendanaan, Akuisisi, dan Kemitraan Swiggy
Eat App, startup pemesanan restoran berbasis di Dubai, sedang fokus mengembangkan bisnisnya di India. Baru-baru ini, mereka menggalang dana sebesar 10 juta dolar AS dalam putaran Series B extension yang juga didukung oleh PSG Equity melalui Zenchef SAS. Total pendanaan hingga saat ini sudah lebih dari 23 juta dolar AS, memperkuat posisi mereka di pasar global dan khususnya di India. Perusahaan ini juga melakukan akuisisi terhadap ReserveGo, startup lokal yang pada waktu akuisisi melayani lebih dari 1.000 restoran di India. Selain itu, Eat App menjalin kemitraan strategis dengan Swiggy, platform makanan terkemuka di India yang sebelumnya membeli Dineout, pesaing lain di ruang pemesanan restoran. Kolaborasi ini memungkinkan Eat App untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas melalui jaringan Swiggy. India menjadi fokus utama Eat App karena potensi pasar layanan makanan yang besar dan terus berkembang. Saat ini mereka telah melayani lebih dari 2.000 restoran di India dengan total 8 juta layanan makan yang dipesan melalui berbagai platform sampai akhir tahun. Pendekatan teknologi mereka juga meliputi fitur AI yang membantu restoran mengelola kapasitas dan pengalaman pelanggan dengan lebih efisien. Meskipun memiliki berbagai keunggulan, Eat App menghadapi kompetisi ketat dari pemain internasional seperti Seven Rooms, TableCheck, dan OpenTable, serta startup lokal seperti PetPooja dan Posist. Tantangan lain termasuk kebiasaan restoran yang masih banyak bergantung pada pelanggan walk-in dan belum menggunakan perangkat lunak agregasi reservasi secara menyeluruh. Kemitraan dengan Swiggy menghadirkan solusi bernama GroMax untuk pasar India, yang menawarkan fitur tambahan seperti promosi restoran di platform besar seperti Meta dan Swiggy itu sendiri. Dengan kombinasi pendanaan, akuisisi, dan kemitraan yang tepat, Eat App berpeluang mengubah cara restoran di India mengelola reservasi dan meningkatkan layanan pelanggan secara digital.

Baca Juga

  • Konsolidasi Strategis Perusahaan Elon Musk dan Pengaruh Globalnya

  • Balapan Penerbangan China: Meningkatkan Pesawat Dalam Negeri dan Meninjau Peran Pilot

  • Kreator Mengkritisi Paradigma Baru TikTok

  • Pergantian Kepemimpinan di Arena E-Commerce Indonesia

  • Revolusi Legal Tech Berbasis AI: Transformasi Inteligensi Kontrak