Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Penjelajahan Lautan Terobosan: Robotika dan Penemuan di Dasar Samudra

Share

Inovasi terbaru dalam robotika bawah air dan penemuan mengejutkan di dasar samudra mengungkap dunia tersembunyi yang dapat mengubah pemahaman kita mengenai ekosistem laut dan potensi sumber daya alam. Proyek-proyek ini melibatkan kolaborasi antara institusi dan perusahaan yang berfokus pada eksplorasi teknologi dan penelitian biologi kelautan.

04 Feb 2026, 21.00 WIB

Apeiron Labs Ciptakan AUV Murah untuk Pantau Laut Lebih Dalam dan Akurat

Apeiron Labs Ciptakan AUV Murah untuk Pantau Laut Lebih Dalam dan Akurat
Sebagian besar informasi yang kita miliki tentang lautan saat ini hanya berasal dari permukaan, terutama melalui satelit. Namun, data mengenai kondisi di bawah permukaan laut masih sangat terbatas karena metode tradisional seperti kapal penelitian sangat mahal dan lambat. Hal ini menjadi tantangan besar bagi berbagai sektor mulai dari nelayan hingga keamanan maritim. Apeiron Labs, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Ravi Pappu, mengembangkan kendaraan bawah air otonom (AUV) kecil yang dapat naik turun 400 meter untuk mengukur suhu, salinitas, dan data akustik secara teratur. AUV ini dirancang agar mudah diluncurkan dari kapal atau pesawat dan terhubung dengan sistem cloud untuk mengumpulkan dan memperbarui data laut. Dengan bentuk yang kecil dan bobot ringan, AUV buatan Apeiron dapat membentuk jaringan pemantauan berjarak 10 hingga 20 kilometer, memberikan resolusi data yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode kapal. Perusahaan ini melayani berbagai pelanggan, dari sipil hingga pertahanan, dengan produk yang sesuai standar peluncuran militer AS. Apeiron Labs baru-baru ini mengumpulkan dana sebesar 9,5 juta dolar AS dari beberapa investor penting untuk mempercepat produksi dan distribusi AUV mereka. Pappu menargetkan untuk menurunkan biaya pengumpulan data laut hingga 1.000 kali lipat dalam waktu dekat, mirip dengan revolusi CubeSat di bidang pengamatan luar angkasa. Teknologi ini diharapkan bisa membawa perubahan besar dalam cara kita memantau lingkungan laut, menguntungkan sektor pertahanan, perikanan, energi, dan penelitian ilmiah, sekaligus menyediakan data vital untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan keamanan maritim.
02 Feb 2026, 19.40 WIB

Lost City: Kota Bawah Laut yang Ungkap Asal Usul Kehidupan Kini Terancam

Lost City: Kota Bawah Laut yang Ungkap Asal Usul Kehidupan Kini Terancam
Para ilmuwan telah menemukan sebuah kota bawah laut bernama Lost City Hydrothermal Field yang berada lebih dari 700 meter di bawah permukaan Samudra Atlantik, dekat dengan puncak gunung bawah laut di Mid-Atlantic Ridge. Kota ini terdiri dari struktur menara karbonat yang menjulang hingga 60 meter dan telah aktif selama minimal 120.000 tahun. Keunikan Lost City terletak pada proses kimianya, di mana mantel bumi bereaksi dengan air laut menghasilkan hidrogen, metana, dan hidrokarbon tanpa bantuan sinar matahari. Kondisi ini menjadi sumber energi bagi mikroba yang hidup tanpa oksigen, mirip keadaan Bumi pada masa sangat awal ketika kehidupan pertama kali muncul. Ekosistem di Lost City berbeda dengan ventilasi hidrotermal lain seperti black smokers, karena menghasilkan lebih banyak hidrogen dan metana yang membentuk cerobong karbonat raksasa. Monolit besar bernama Poseidon dan ventilasi yang mengeluarkan cairan karbonat membentuk struktur yang sangat unik. Namun, keberadaan Lost City sedang terancam oleh hak penambangan laut dalam yang diberikan kepada Polandia di sekitar kawasan tersebut sejak 2018. Meskipun ladang hidrotermalnya tidak mengandung sumber daya bernilai ekonomi, penambangan dapat merusak habitat unik ini. Para ilmuwan menyerukan agar Lost City ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia demi melindungi situs bersejarah dan unik ini. Perlindungan jangka panjang sangat penting untuk menjaga kesempatan belajar tentang kehidupan awal Bumi dan kemungkinan ekosistem serupa di planet lain.
31 Jan 2026, 17.30 WIB

BRIN dan OceanX Teliti Biodiversitas Laut Sulawesi Utara dengan Teknologi Canggih

BRIN dan OceanX Teliti Biodiversitas Laut Sulawesi Utara dengan Teknologi Canggih
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama organisasi internasional OceanX menyelesaikan misi penelitian laut kedua yang berlangsung pada 5-24 Januari 2026. Fokus utama penelitian adalah mempelajari biodiversitas, oseanografi, serta perangkat pengumpul ikan (FAD atau rumpon) di laut utara Sulawesi Utara. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas eksplorasi laut Indonesia. Selama ekspedisi, tim menemukan 14 spesies megafauna laut, termasuk 10 mamalia laut, 2 hiu, dan 2 penyu. Penemuan tersebut diperoleh melalui pantauan udara dari helikopter kapal serta teknologi environmental DNA (eDNA) metabarcoding yang memungkinkan deteksi keberadaan hewan secara tidak langsung dari genetik yang tertinggal di air. Salah satu temuan menonjol adalah kemungkinan identifikasi paus paruh Longman (Indopacetus pacificus) yang belum tercatat sebelumnya di wilayah perairan Indonesia. Penelitian ini membuka peluang untuk memperkaya data biodiversitas dan memberikan dasar baru dalam pengelolaan dan konservasi laut di Indonesia. Dalam ekspedisi ini, digunakan dua kapal selam berawak, Nadir dan Neptune, dengan fungsi berbeda, yaitu untuk dokumentasi visual dan pengambilan sampel ilmiah. Keberadaan kapal riset canggih tersebut menunjang pengumpulan data yang lebih detail dan lengkap serta mendukung analisis lebih lanjut di laboratorium di kapal. Wakil Kepala BRIN, Amarulla Oktavian, menegaskan pentingnya mendokumentasikan hasil serta menyimpan sampel sesuai protokol agar bisa dijadikan referensi pengembangan kapal riset nasional. Ke depan, penelitian ini akan dilanjutkan menggunakan kapal riset Indonesia sendiri dengan fasilitas yang tidak kalah canggih dari kapal eksternal.

Baca Juga

  • Reformasi Sistem Kesehatan Mental: Investigasi dan Pembaruan DSM

  • Keselamatan Bulan dan Tantangan Misi: Ancaman Asteroid dan Hambatan Teknis

  • Revolusi Surya SpaceX: Integrasi AI dan Pusat Data Orbit

  • Inovasi Riset Kanker: Mengungkap Penghindaran Imun oleh Tumor dan Terobosan CAR-T

  • Inovasi Energi Hijau China: Mengoptimalkan Tenaga Tibet dan Panel Surya dengan Lapisan Hidrogel