
Sebagian besar informasi yang kita miliki tentang lautan saat ini hanya berasal dari permukaan, terutama melalui satelit. Namun, data mengenai kondisi di bawah permukaan laut masih sangat terbatas karena metode tradisional seperti kapal penelitian sangat mahal dan lambat. Hal ini menjadi tantangan besar bagi berbagai sektor mulai dari nelayan hingga keamanan maritim.
Apeiron Labs, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Ravi Pappu, mengembangkan kendaraan bawah air otonom (AUV) kecil yang dapat naik turun 400 meter untuk mengukur suhu, salinitas, dan data akustik secara teratur. AUV ini dirancang agar mudah diluncurkan dari kapal atau pesawat dan terhubung dengan sistem cloud untuk mengumpulkan dan memperbarui data laut.
Dengan bentuk yang kecil dan bobot ringan, AUV buatan Apeiron dapat membentuk jaringan pemantauan berjarak 10 hingga 20 kilometer, memberikan resolusi data yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode kapal. Perusahaan ini melayani berbagai pelanggan, dari sipil hingga pertahanan, dengan produk yang sesuai standar peluncuran militer AS.
Apeiron Labs baru-baru ini mengumpulkan dana sebesar 9,5 juta dolar AS dari beberapa investor penting untuk mempercepat produksi dan distribusi AUV mereka. Pappu menargetkan untuk menurunkan biaya pengumpulan data laut hingga 1.000 kali lipat dalam waktu dekat, mirip dengan revolusi CubeSat di bidang pengamatan luar angkasa.
Teknologi ini diharapkan bisa membawa perubahan besar dalam cara kita memantau lingkungan laut, menguntungkan sektor pertahanan, perikanan, energi, dan penelitian ilmiah, sekaligus menyediakan data vital untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan keamanan maritim.