
Sebuah sunspot besar bernama region 4366 muncul tiba-tiba di permukaan matahari dan dengan cepat membesar menjadi setengah ukuran dari sunspot bersejarah Carrington. Sunspot ini aktif dengan melepaskan lebih dari dua puluh flare matahari dalam waktu 24 jam, termasuk beberapa flare yang masuk kategori terkuat, X-class.
Pada 2 Februari, sunspot ini melepaskan flare X8.1, yang menjadi yang paling kuat sejak Oktober tahun lalu. Ledakan ini memicu gangguan radio di wilayah Samudra Pasifik Selatan dan melepas coronal mass ejection (CME) yang mengarah ke bumi.
Para ilmuwan memantau CME itu dan memprediksi bahwa peristiwa itu akan melewati bumi pada 5 Februari dengan kemungkinan hanya memberikan hantaman ringan. Namun, jika CME menyentuh bumi, partikel bermuatan yang melewati kutub magnetik bumi dapat menyebabkan borealis yang indah pada latar lintang yang lebih rendah.
Kondisi ini terjadi saat matahari berada di puncak siklus 11 tahunan aktivitasnya, ditandai peningkatan letusan flare dan pesta letusan plasma yang lebih intens. Aktivitas tinggi ini kemungkinan akan berlanjut hingga tahun 2026 dengan intensitas fluktuatif.
Selain keindahan aurora yang mungkin muncul, dampak negatif dari aktivitas ini bisa berupa gangguan komunikasi radio, sistem GPS, dan potensi kerusakan pada satelit. Oleh karena itu, penting bagi para ahli dan masyarakat untuk siap menghadapi kemungkinan gangguan tersebut.