Suhu Bumi Melampaui Batas Aman 1,5°C, Dunia Hadapi Krisis Iklim Berat
Courtesy of CNBCIndonesia

Suhu Bumi Melampaui Batas Aman 1,5°C, Dunia Hadapi Krisis Iklim Berat

Memberikan informasi penting tentang kondisi darurat pemanasan global yang telah melampaui batas aman dan mendesak tindakan segera dari seluruh negara dan masyarakat untuk mengurangi emisi demi mencegah bencana ekologi yang lebih parah.

10 Jan 2026, 15.30 WIB
172 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pemanasan global telah melampaui 1,5 derajat Celcius, yang berisiko menyebabkan bencana iklim.
  • IPCC dan PBB menekankan pentingnya pengurangan emisi secara drastis untuk menghadapi perubahan iklim.
  • Cuaca ekstrem dan dampak negatif lainnya dari pemanasan global sudah mulai dirasakan di seluruh dunia.
Jakarta, Indonesia - Suhu Bumi pada Januari 2025 tercatat sudah naik 1,75 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. Ini menunjukkan pemanasan global telah melewati batas aman yang ditetapkan yaitu 1,5 derajat Celcius, yang menjadi sinyal peringatan bahaya besar bagi lingkungan dan kehidupan manusia di seluruh dunia.
Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan bahwa pemanasan global melebihi 1,5 derajat akan membawa dampak serius seperti kepunahan spesies, gagal panen, dan kerusakan parah pada ekosistem laut termasuk kematian terumbu karang dan mencairnya es di kutub.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengimbau negara-negara kaya untuk mempercepat target pencapaian karbon netral dari tahun 2050 menjadi 2040 agar krisis iklim dapat terkendali. Namun, kemauan politik yang kuat masih sangat kurang meskipun teknologi dan dana yang dibutuhkan sudah tersedia.
Cuaca ekstrem semakin sering terjadi dan suhu rata-rata dunia terus naik. Januari 2025 tercatat sebagai bulan ke-18 dari 19 bulan terakhir di mana suhu global naik lebih dari 1,5 derajat Celcius. Wilayah Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika Barat diprediksi akan paling terdampak dengan panas dan kelembaban ekstrem.
Para ahli memperingatkan bahwa jika pemanasan bumi tidak segera ditangani dengan serius, masa depan akan dipenuhi dengan kondisi hidup yang berat, krisis pangan, dan bencana alam lebih parah. Ini menjadi dekade penting untuk menentukan masa depan planet dan generasi mendatang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260110133938-37-701222/kiamat-makin-dekat-penghuni-bumi-punya-waktu-10-tahun-lagi

Analisis Ahli

Lee Hoesung
"Kemauan politik menjadi satu-satunya hal yang masih kurang padahal teknologi dan anggaran telah tersedia untuk mengatasi perubahan iklim."
Friederike Otto
"Tahun-tahun yang akan datang akan semakin panas dan kondisi saat ini yang kita alami akan menjadi yang terdingin selama satu generasi."
Antonio Guterres
"Negara-negara kaya harus mempercepat target karbon netral demi menjinakkan bom iklim dan mencegah krisis yang lebih parah."

Analisis Kami

"Kondisi pemanasan global saat ini sudah mencapai titik kritis yang membutuhkan aksi cepat dan nyata dari semua negara, terutama dalam hal kemauan politik untuk mengimplementasikan kebijakan yang berdampak. Kegagalan bertindak sekarang akan memperparah risiko ekologis dan sosial yang bisa berdampak sangat luas dan tak terbalikkan di masa depan."

Prediksi Kami

Jika emisi gas rumah kaca tidak segera dikurangi secara drastis dan kemauan politik belum kuat, suhu Bumi akan terus meningkat hingga mengakibatkan bencana iklim yang lebih parah seperti gagal panen luas, keanekaragaman hayati punah, dan kondisi hidup yang ekstrem terutama di wilayah Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika Barat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan suhu Bumi pada Januari 2025?
A
Suhu Bumi sudah menembus 1,75 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.
Q
Mengapa 1,5 derajat Celcius menjadi batas penting dalam pemanasan global?
A
1,5 derajat Celcius adalah batas bencana pemanasan global yang dampaknya sudah tidak bisa diperbaiki.
Q
Apa yang disarankan oleh PBB kepada penduduk Bumi terkait emisi?
A
PBB mengimbau penduduk Bumi untuk segera mengurangi emisi pemanasan global secara drastis.
Q
Siapa yang menyatakan bahwa manusia berdiri di lapisan es yang tipis?
A
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres.
Q
Apa dampak dari pemanasan global yang telah dirasakan oleh penduduk Bumi?
A
Dampak pemanasan global sudah dirasakan dalam bentuk cuaca ekstrem.