
Courtesy of CNBCIndonesia
Pemanasan Global Memperparah Risiko Penyakit dari Makanan Sehari-hari
Mengungkap bagaimana pemanasan global meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan melalui pertumbuhan bakteri lebih agresif akibat suhu yang lebih tinggi, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan pangan.
12 Jan 2026, 20.10 WIB
194 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pemanasan global berdampak langsung pada kualitas pangan dan kesehatan manusia.
- Peningkatan suhu dan kelembapan dapat mempercepat pertumbuhan bakteri patogen dalam makanan.
- Edukasi masyarakat tentang hubungan antara perubahan iklim dan penyakit dari makanan sangat penting untuk mencegah wabah.
Haroli, India - Pemanasan global tidak hanya meningkatkan suhu Bumi tetapi juga menimbulkan dampak berbahaya pada makanan yang kita konsumsi setiap hari. Suhu yang lebih tinggi membuat bakteri seperti Bacillus cereus lebih mudah tumbuh dalam makanan yang sudah dimasak dan disimpan, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit.
Contoh nyata dampak ini terjadi di desa Haroli, India, di mana seorang wanita bernama Sumitra Sutar mengalami muntah-muntah akibat keracunan bakteri dalam nasi yang sudah dikonsumsi selama puluhan tahun. Perubahan iklim membuat bakteri tersebut semakin mudah berkembang biak dan menghasilkan racun berbahaya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 600 juta orang jatuh sakit setiap tahun karena penyakit yang ditularkan lewat makanan, dengan angka kematian mencapai 420.000. Anak-anak di bawah usia 5 tahun menjadi kelompok yang paling rentan, kehilangan sekitar 125.000 nyawa setiap tahun akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Faktor seperti banjir dan suhu udara yang lebih panas memperparah kondisi ini dengan meningkatkan kontaminasi makanan dan mempercepat pembusukan. Meski memasak di suhu 70 derajat Celsius selama dua menit dapat membunuh patogen, masyarakat masih banyak yang belum menyadari kaitan perubahan iklim dengan penyakit akibat makanan.
Edukasi yang lebih baik sangat diperlukan agar masyarakat memahami bahaya perubahan iklim terhadap kesehatan pangan. Tanpa kesadaran ini, risiko penyakit bawaan makanan akibat suhu ekstrem dan kontaminasi akan terus meningkat, terutama di daerah yang sudah merasakan dampaknya secara langsung.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260112150343-37-701654/tanda-kiamat-makin-jelas-tampak-di-nasi-susu-dan-daging
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260112150343-37-701654/tanda-kiamat-makin-jelas-tampak-di-nasi-susu-dan-daging
Analisis Ahli
Martin Richter
"Memasak dengan suhu yang tepat adalah cara paling efektif menghancurkan patogen pada makanan, sehingga edukasi teknik memasak yang benar perlu ditingkatkan."
Ahmed Hamad
"Peningkatan suhu mempercepat pertumbuhan bakteri berbahaya pada makanan, menuntut perhatian lebih pada penyimpanan dan penanganan makanan dalam kondisi panas."
Padmashri Sutar
"Kesulitan mengedukasi masyarakat tentang perubahan iklim dan kaitannya dengan penyakit makanan menunjukkan perlunya pendekatan komunikasi yang lebih efektif dan sensitif terhadap budaya setempat."
Analisis Kami
"Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan tetapi juga masalah kesehatan publik yang sering diabaikan, khususnya dampaknya pada keamanan pangan. Edukasi dan tindakan preventif sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit bawaan makanan yang dipicu oleh kondisi iklim yang semakin ekstrem."
Prediksi Kami
Jika pemanasan global terus berlangsung tanpa penanganan serius, penyakit yang terkait dengan kontaminasi makanan akan meningkat drastis, menimbulkan beban kesehatan masyarakat yang lebih besar terutama di daerah dengan infrastruktur sanitasi yang kurang memadai.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa dampak pemanasan global terhadap pangan sehari-hari?A
Dampak pemanasan global terhadap pangan sehari-hari termasuk peningkatan risiko kontaminasi makanan oleh bakteri dan kuman.Q
Siapa Sumitra Sutar dan apa yang dialaminya?A
Sumitra Sutar adalah seorang wanita berusia 75 tahun yang mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi nasi yang terkontaminasi bakteri akibat pemanasan global.Q
Apa jenis bakteri yang disebutkan dalam artikel ini dan bagaimana dampaknya?A
Bakteri yang disebutkan termasuk Bacillus cereus, Campylobacter, dan Salmonella, yang dapat menyebabkan keracunan makanan.Q
Mengapa perubahan iklim meningkatkan risiko penyakit dari makanan?A
Perubahan iklim meningkatkan risiko penyakit dari makanan karena suhu yang lebih tinggi dan kelembapan yang lebih tinggi mendorong pertumbuhan bakteri berbahaya.Q
Apa yang diungkapkan oleh WHO mengenai penyakit bawaan makanan?A
WHO memperkirakan bahwa 600 juta orang jatuh sakit setiap tahun akibat penyakit bawaan makanan, dengan banyak di antaranya dapat dicegah.




